Akhirnya terjadi juga, sepakbola Indonesia diambang banned FIFA karena pemerintah melalui Menpora dianggap telah melakukan intervensi dalam tubuh PSSI. Sementara bagi FIFA, segala bentuk intervensi pemerintah pada induk organisasi sepakbola di negara manapun haram hukumnya. Kalo Fifa kosmetik sih gapapa, da urang mah tara dangdan. Begitupun Fifa cangklong. Siga aki-aki wae udud make eta. Asal ulah Fifa cai weh, ripuh
Jikapun tak ada opsi lagi, dibanned juga sepertinya bukan merupakan sebuah kemalangan. Karena yang (di) Malang itu cuma Arema Kenapa saya berubah pendapat, setelah sebelumnya sempat menolak opsi pembekuan PSSI. Jawabannya berkat Klinik Tong Fang, akhirnya saya sadar. Terimakasih Klinik Tong Fang *plak
Sepakbola Indonesia tuh bukan lagi sekedar sakit hareeng, yang bisa diobati cuma pakai kompres doank. Tapi sudah pada tahap kritis akibat digerogoti tumor ganas bernama mafia. Mafia isi kacang atau mafia basah mah enak dimakan. Lha ini? Kalo tumornya ga cepet-cepet dibuang, resikonya tinggal tunggu waktu aja buat mati. Makanya sebelum terjadi, lebih baik diobati sekarang.
Buang mafia-mafia yang selama ini bercokol disana. Dan Menpora sudah membuka sebagian jalannya. Surabaya juga dari dulu sudah bergerak, seperti kakek mereka Bung Tomo dulu. Mengobarkan perjuangan melawan tirani 'Penjajahan'. Terus kita sebagai penerus perjuangan Muhammad Toha yang dulu menjadikan Bandung sebagai lautan api, karena tak rela 'lemah cai' dikuasai penjajah, kapan bergerak untuk membantu revolusi?
Percuma jika selama ini berteriak-teriak PSSI Goblog, PSSI anjing, PSSI lebih keras dari oplosan bila tidak ada tindakan yang nyata. Maka dari itu sekaranglah waktunya. Bukan hanya untuk memperjuangkan Persebaya yang selama ini telah mereka matikan, sehingga #SavePersebaya1927 tidak hanya menjadi tagar. Bukan juga sekedar untuk menuntut keadilan karena selama ini PERSIB selalu saja didzolimi. Tapi untuk Sepakbola seluruh Indonesia agar terbebas dari tangan mafia yang menggurita.
Iya sih, kalau dipikir-pikir mah kasihan juga jika PSSI di banned FIFA. Bukan saja kegiatan sepakbola jadi haram hukumnya, pun orang-orang yang hidupnya bergantung pada sepakbola harus banting stir untuk sementara. Entah jadi kurir nganterin SMS dari hape ke hape, ataupun jadi tukang ngagiringin keong ke Uganda.
Yang penting mah halal
PERSIB juga terancam tak bisa meneruskan mimpinya untuk mengaum di Asia. Sedih sudah pasti, mengingat prestasi tim kebanggaan kita tengah bagus-bagusnya. Tapi ini bukan cuma tentang kita, tapi tentang sepakbola seluruh Indonesia. Tapi jika revolusi ini berhasil, bayangkan bagaimana digjayanya PERSIB kelak.
Diwadahi kompetisi dengan induk berpenyakit saja sudah bisa berprestasi dan bisa menggaet banyak sponsor, apalagi jika induknya sehat? Lebih dari itu, semoga saja Sepakbola Indonesia jadi makin berprestasi. Cukup sudah kita merasakan malunya dibantai Bahrain 10-0, ataupun linunya dipermalukan Philipina 4-0. Jangan lagi terulang...
#SaveSepakbolaIndonesia
#BekukanPSSI
#AllHailPERSIB
Post a Comment